
Cabai naik, bawang merah bawang putih pada naik, pertalite bakal naik. Semua harga pangan naik.
Demikianlah ucapan – ucapan yang sering kali dan tak jarang terlontar dari lidah-lidah yang tak bertulang. Sadar ataupun tidak, sering sekali kita mengeluh akan kenaikan harga. Seolah kita tidak yakin akan janji Allah Ta’ala bahwa Allah lah yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluqnya.
Terlalu banyak dalil yang menjelaskan akan hal ini. Diantaranya Allah Ta’ala berfirman :
۞ وَمَا مِن دَاۤبَّةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَیَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلࣱّ فِی كِتَـٰبࣲ مُّبِینࣲ
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfuẓ).” [Surat Hud 6]
Ketahuilah saudaraku! Bahwa Rabb, Allah yang memberikan rezeki tatkala semua harga sedang murah, Allah pula lah yang memberikannya tatkala harga sedang naik. Demikianlah yang dikatakan oleh Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah ketika ditanyakan padanya :
“Tidakkah engkau tau bahwa harga harga melonjak tinggi, apakah hal ini tidak membuatmu sedih?”. Abu Hazim menjawab :
إِنَّ الذِي يَرْزُقُنَا فِي الرُخصِ هُوَ الذِي يَرْزُقُنَا في الغَلاَء
“Sesungguhnya yang memberikan rezeki di masa harga harga murah, Dia pula lah yang memberikan rezeki kepada kita disaat harga melonjak tinggi”. (Hilyatul Auliya : 3/239)
Jangan bedakan Allah disaat engkau senang dan disaat engkau sulit. Allah tetaplah Rabb yang maha memberikan rezeki kepada para hambanya. Allah berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِینُ
“Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Surat Adz-Dzariyat 58]
Terkadang kita selalu dihantui rasa takut akan kekurangan rezeki, takut akan tidak bisa mendapatkan makan terlebih karena harga harga pada naik. Camkanlah hal ini baik baik! Binatang yang tak bisa berjalan tak bisa mencari makan sendiri, Allah berikan rezeki, Allah berikan makanan kepadanya. Lalu, apalagi manusia yang Allah ciptakan dengan sempurna ? Allah Ta’ala berfirman :
وَكَأَیِّن مِّن دَاۤبَّةࣲ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ یَرۡزُقُهَا وَإِیَّاكُمۡۚ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ
“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” [Surat Al-Ankabut 60]
Maka, berhentilah mengucapkan kalimat kalimat di atas. Bersyukur dan qona’ah lah terhadap apa yang ada. Karena tak mungkin Allah membiarkan hambanya terlantar begitu saja. Terlebih hari hari kita dipenuhi dengan rukuk dan sujud kepada Allah Ta’ala. Kalau orang kafir saja yang tidak pernah rukuk dan sujud kepada Allah, Allah berikan rezeki kepada mereka. Lalu bagaimana yang hari harinya penuh dengan rukuk dan sujud ?
Zia Abdurrofi
Malam di kota bogor.
Kamis, 25 Agustus 2022




